Bakat Gvardiol Lahir di Zagreb

Josko Gvardiol
Pemain timnas Kroasia, Josko Gvardiol. (telegraph.co.uk)

Josko Gvardiol lahir dari rahim yang sama dengan Luka Modric, Mateo Kovacic, Robert Prosinecki dan Zvonimir Boban di akademi Dinamo Zagreb. Dengan DNA kecerdasan yang juga menular kepada dirinya, Gvardiol yang baru berusia 20 tahun tampil solid di Piala Dunia Qatar 2022.

Memiliki postur yang ideal setinggi 1,85 m, Gvardiol juga memiliki atribut yang sempurna sebagai salah satu bek tengah yang modern. Seorang pemain kaki kiri yang menyukai penguasaan bola dan memiliki kemampuan umpan progresif yang luar biasa.

Dalam laga terakhir Grup F saat menahan imbang Belgia, Gvardiol tampil kokoh sekaligus menjadi progressor yang legit. Dikutip dari Squawka, ia mencatatkan 76 persen akurasi umpan, 76 sentuhan, clearences terbanyak dengan 9 kali, dan 6 umpan ke final third.

Sepertinya, kemampuan progresi umpan Gvardiol didapat saat ia masih bermain di akademi. Pada saat itu, ia masih bermain sebagai bek kiri atau sebagai gelandang tengah. Hingga pelatih akademi Dinamo Zagreb, Dalibor Poldrugac memindahkan posisinya menjadi seorang bek tengah.

Cara bertahan Gvardiol barangkali mirip dengan Virgil van Dijk. Ia lebih suka membaca serangan dan melakukan intersep daripada melakukan tekel secara langsung. Berkat permainannya tersebut yang mencerminkan diri sebagai salah satu bek modern top di Eropa, ia diminati oleh banyak klub.

Sejak memulai debut seniornya bersama Dinamo Zagreb pada 2019, Gvardiol tidak butuh waktu lama untuk menjadi populer. Ia cukup memainkan 13 laga sebelum akhirnya memikat dan dipinang RB Leipzig, yang juga berhasil mengalahkan Leeds United dalam persaingan merebutkan jasa Gvardiol.

Pasca Piala Dunia ini, hampir pasti nama Gvardiol akan menjadi rebutan bagi banyak klub top di Eropa. Kabarnya, Chelsea menjadi yang terdepan. Gvardiol sendiri mengonfirmasi bahwa dirinya saat ini masih bahagia bersama RB Leipzig.

Komentar
BACA JUGA:  Carlos Queiroz: Pelatih Iran yang Nyaris Jadi Suksesor Sir Alex Ferguson
Menjadi fans Chelsea karena pengaruh bapak. Dapat disapa via akun Twitter @iiklil.