Enner Valencia dan Mimpi di Laga Pembuka Piala Dunia

Enner Valencia mencetak brace di laga pembuka Piala Dunia 2022 Qatar. (Matthew Childs/Reuters)
Enner Valencia mencetak brace di laga pembuka Piala Dunia 2022 Qatar. (Matthew Childs/Reuters)

Enner Valencia bisa saja mencetak hattrick di Piala Dunia 2022 Qatar andai gol pertamanya tidak dianulir karena offside tipis. Akan tetapi, brace di pertandingan pembuka tetap spesial untuknya dan Ekuador. “Saya telah berulang kali bermimpi tentang memenangkan laga pembuka,” reaksinya pasca pertandingan. Valencia benar-benar menjadi penopang tim. Ia menjadi kapten dan melakukan segalanya untuk membuat Ekuador menang.

Ia adalah top skor sepanjang masa Ekuador dengan 37 gol dari 75 penampilan. Menit 5, selebrasinya harus berakhir sia-sia setelah gol yang dicetak gagal diklaim karena offside. Namun 10 menit kemudian ia kembali beraksi, memenangkan penalti dan menjadi eksekutor untuk membawa Ekuador unggul. Setelahnya, sang kapten membawa La Tricolor menjauh dengan tandukan sempurna di menit 31.

https://www.instagram.com/p/ClMZAVXO59b/?hl=en

Kali ini adalah Piala Dunia kedua untuknya setelah Ekuador gagal lolos ke putaran final pada edisi 2018 lalu. Di Piala Dunia 2014 Brasil, namanya cukup melambung dengan torehan tiga gol kala itu. Dua di antaranya berasal dari tandukan ke gawang Swiss dan Honduras. Sementara sampai saat ini, Enner Valencia telah mencetak 5 gol di ajang akbar empat tahunan tersebut.

Penampilan impresif pada 2014 membuat West Ham memboyongnya pasca turnamen selesai. Sayang, musimnya tak berjalan mulus di Inggris dan hanya mampu mencetak 11 gol dari 75 laga bersama The Hammers dan sempat menjalani peminjaman di Everton. Kala itu, ia juga diliputi masalah pribadi.

Enner Valencia yang punya latar belakang dari keluarga miskin, terjerat tuntutan hukum dari rekannya sendiri sebab dinilai gagal memberi uang perawatan untuk anaknya. Ia sempat menjadi buruan polisi dan berpura-pura cedera di tengah laga agar lolos dari kejaran pengadil hukum.

BACA JUGA:  Roda Kehidupan Unai Emery yang Terus Berputar

Valencia benar-benar keluar stadion menggunakan ambulans, mengelabuhi para polisi yang sudah bersiap menangkapnya sejak sebelum sepak mula. Peristiwa itu terjadi saat Ekuador melakoni laga Kualifikasi Piala Dunia 2014 kontra Chili pada 6 Oktober 2016 silam.

Ia mungkin memang pemain spesialis turnamen. Namun, akhir-akhir ini sebelum gelaran Piala Dunia, performanya kembali mengesankan bersama Fenerbahce di Super Lig Turki. Ia menjadi top skor sementara dengan 13 gol dari 12 laga. Valencia menempati dua pos penyerang terdepan bersama Michael Estrada di bawah komando pelatih Gustavo Alfaro.

Ia mempunyai kecepatan dan eksplosivitas tapi tetap tenang dan klinis di dalam kotak penalti. Semua golnya di Piala Dunia tercipta di kotak 16. Dua golnya ke gawang tuan rumah juga memecahkan rekor pencetak gol terbanyak Ekuador di putaran final Piala Dunia, melewati Agustin Delgado dengan tiga golnya.

Kisah Valencia sejatinya adalah mimpi yang menjadi nyata. Ia lahir dari pasangan Remberto Valencia dan Bolivia Lastra. Masa kecilnya penuh kesulitan hingga susah mencari sesuap nasi untuk menyambung hidup sehari-hari. Valencia kecil membantu ayahnya menjual susu sapi di jalanan San Lorenzo.

Pada 17 Agustus 2020, ia mengalami masalah berat lain dalam keluarga. Adiknya, Erci diculik oleh geng bersenjata Ekuador di kediamannya sendiri. Adiknya harus melalui 10 hari penyekapan sebelum akhirnya diselamatkan oleh otoritas setempat di Esmeraldas, Ekuador.

Semua urusan personalnya dengan pihak berwajib sudah selesai. Valencia kini hidup dengan seragam kuning biru menyelimutinya di panggung terbesar Piala Dunia 2022 Qatar. Enner Valencia menyedot semua perhatian yang terpusat di Stadion Al-Bayt. Ia adalah bintang baru di malam pembuka turnamen akbar tersebut. Tentunya, selain Jung Kook dan Morgan Freeman yang menggemparkan upacara pembukaan.

Komentar