Kutukan Juara Bertahan dan Ketidakstabilan Prancis di Piala Dunia 2022

Timnas Prancis dibayangi kutukan juara bertahan dan ketidakstabilan skuad jelang Piala Dunia 2022 Qatar. (Sporting News)
Timnas Prancis dibayangi kutukan juara bertahan dan ketidakstabilan skuad jelang Piala Dunia 2022 Qatar. (Sporting News)

Kutukan juara bertahan Piala Dunia perlahan telah menyengat Timnas Prancis jelang kick off Piala Dunia 2022 Qatar. Sekelumit masalah pra turnamen telah menyerang kestabilan tim asuhan Didier Deschamps. Soal komposisi skuad, Prancis mungkin jarang khawatir sebab segudang talenta muda sedang dalam performa menanjak di level klub. Namun ada cedera dan kekhawatiran terhadap kebugaran yang menjadi batu ganjalan mereka saat ini, beberapa hari sebelum bola Al Rihla resmi disepak.

Christopher Nkunku harus menarik diri dari Piala Dunia pertamanya setelah mendapat cedera saat sesi latihan terakhir Prancis sebelum berangkat ke Qatar. Selasa (15/11) Nkunku mengalami kontak fisik dengan Eduardo Camavinga dalam sesi latihan. Ia langsung terjatuh kesakitan memegang paha bagian bawah. Padahal, Nkunku tengah dalam performa menjanjikan dengan 12 gol dalam 15 laga bersama RB Leipzig musim ini.

Perannya diganti Kolo Muani yang baru saja menorehkan dua laga sebagai pengganti berseragam Les Blues. Keluar-masuk pemain di skuad Prancis tentu berpengaruh terhadap kondisi tim dari segi psikologis maupun taktikal. Absennya Nkunku menambah daftar panjang badai cedera setelah ditinggal nama-nama kunci dalam skuad yang berhasil membawa pulang trofi emas empat tahun lalu.

Paul Pogba, N’Golo Kante, dan Presnel Kimpembe sebelumnya sudah keluar dari skuad lebih dulu ke ruang perawatan. Nama terakhir, digantikan oleh Axel Disasi, bek AS Monaco yang sama sekali belum mencatatkan penampilan bersama skuad senior Prancis.

Tekanan tak hanya terasa di atas lapangan. Di luar, Timnas Prancis juga mengalami beberapa masalah di tengah upaya mempertahankan gelar juara. Rabu (16/11), Olivier Giroud dan kawan-kawan tiba di Qatar. Para pemain foto bersama di pesawat, sebelum mendarat. Caption “Grosse pensee pour Christopher 💙” yang berarti “Sedang memikirkan Christopher” disertakan untuk memberikan dukungan terhadap Nkunku.

Akan tetapi, empati juga mengalir untuk Camavinga yang mengalami serangan dan pelecehan rasis secara membabi buta di media sosial atas keterlibatannya dalam insiden cedera Nkunku. Sehari setelah mendarat di Qatar, Prancis menjalani sesi latihan pertama di hadapan ratusan pendukung.

Dilansir The Athletic, Karim Benzema dan Raphael Varane belum mengikuti sesi latihan utama. Keduanya hanya terlibat dalam latihan kebugaran dan ketangkasan secara terpisah. Baik Benzema maupun Varane sedang berupaya meraih kondisi bugar setelah mengalami cedera bersama klub masing-masing.

Skuad Prancis berusaha adaptif dengan kondisi lembap dan panas di Qatar. Mereka membatasi aktivitas di luar ruangan di waktu-waktu paling panas di sana. Untuk itu, sebagian sesi latihan berlangsung agak terlambat demi menunggu suhu cukup menurun sehingga secara perlahan para pemain mampu beradaptasi di temperatur tinggi.

Meski digelar saat musim dingin, Piala Dunia 2022 Qatar tetap diliputi suhu ekstrem. Untuk pertandingan sore hari, suhu diperkirakan mencapai 33-34 derajat celcius, sementara di malam hari pukul 10, suhu menurun hingga 26 derajat celcius dengan tingkat kelembapan di atas 60 persen.

Kondisi demikian menjadi ancaman terutama bagi para pemain yang berupaya mencapai kebugaran sebelum sepak mula. Dengan status sebagai juara bertahan, Prancis sudah sewajarnya berada dalam jajaran kandidat terkuat penantang gelar juara dunia. Namun, sejarah mencatat bagaimana kutukan sang juara bertahan masih ada hingga edisi 2018 lalu. Terakhir kali, hanya Brasil pada 1962 yang mampu mempertahankan trofi. Sisanya, setelah itu juara bertahan selalu angkat koper lebih cepat.

Secara individu, kekuatan Prancis dari lini ke lini masih menjanjikan. Tapi, kolektivitas tim mereka dipastikan goyah sebab banyaknya cedera yang melanda. Sementara pemain kunci lain misal Antoine Griezmann sedang mengalami penurunan performa secara signifikan sepanjang musim baru bersama Atletico Madrid.

Masalah demi masalah itu tercermin di lapangan, bagaimana Prancis tampil buruk selama gelaran UEFA Nations League dengan hanya memperoleh satu kemenangan di antara enam laga dan nyaris terdegradasi ke League B setelah hanya mampu berada di urutan Ke-3 di bawah Kroasia dan Denmark.

Di luar lapangan, bos kecil Kylian Mbappe juga sempat memunculkan gesekan di dalam manajemen ketika menolak tampil dalam agenda promosi yang melibatkan makanan cepat saji dan perusahaan judi online. Beruntung masalah itu cepat terselesaikan, namun berlanjut ke polemik yang melibatkan Paul Pogba terkait kasus pemerasan terhadap sang pemain. Di level federasi, Noel Le Graet, presiden FFF juga dituduh atas kasus pelecehan seksual terhadap sejumlah karyawan wanita.

Para suporter Prancis juga mengalami dilema di edisi kali ini. Ironis, karena Prancis berstatus juara bertahan untuk kembali mengklaim titel selama di Qatar. Penyebabnya adalah penyelenggaraan Piala Dunia 2022 Qatar yang penuh polemik kasus suap hingga urusan hak asasi manusia yang banyak dilanggar.

Publik Prancis terbelah dengan setengahnya percaya bahwa pemain harus menolak untuk berpartisipasi. Sebagian besar partai kiri menyuarakan boikot total dan sejumlah titik kota termasuk Paris, Marseille, dan Lille menolak menjadi tuan rumah nonton bareng (nobar) atau pengadaan fanzone untuk masyarakat.

Diskoneksi antara tim dan suporter terjadi di tubuh Timnas Prancis. Berdasarkan jajak pendapat yang dilakukan oleh RTL/Odoxa pada September lalu, popularitas Timnas Prancis mengalami penurunan dari 64 persen ke 52 persen dari tahun sebelumnya. Hanya 41 persen penduduk Prancis yang memiliki pandangan bagus terhadap sepakbola mereka. Giroud bahkan sampai bingung ketika sampai di Qatar, justru banyak orang India amat menyukai negaranya.

Deschamps telah memasuki satu dekade jabatan sebagai juru taktik Les Blues. Saat ini, posisinya dibayang-bayangi Zinedine Zidane yang siap ambil alih jika Deschamps gagal memenuhi target di Piala Dunia 2022 nanti. Permainan Deschamps juga dinilai inkonsisten sejak dua kali masuk final pada Euro 2016 dan Piala Dunia 2018 silam.

Di Euro 2020, ia hanya mampu membawa Prancis melaju ke 16 besar setelah dikalahkan Swiss dalam babak adu penalti yang menegangkan. Awal musim panas lalu, Deschamps tampak lebih kurus dan lesu setelah terguncang kepergian sang ayah. Jelang kick off Piala Dunia 2022 Qatar seberapa siap Prancis untuk kembali mempertahankan gelar?

Komentar
BACA JUGA:  Enzo Fernandez Hadirkan Kesegaran untuk Argentina