Menerka Peluang Inggris di Piala Dunia 2022

Timnas Inggris (football.si.com)
Timnas Inggris (football.si.com)

Timnas Inggris, melalui sang pelatih Gareth Southgate telah mengumumkan 26 nama yang akan dibawa pada ajang Piala Dunia 2022 Qatar. Tidak ada nama Jadon Sancho, Tammy Abraham, Fikayo Tomori, dan Ivan Toney dalam skuad The Three Lions. Meskipun banyak perdebatan terkait pemain yang ia pilih, Southgate tetap optimis bahwa skuadnya bisa membawa pulang trofi Piala Dunia pulang ke “rumah sepakbola”

Komposisi Skuad

Secara skuad Tim Tiga Singa tentu tampak lebih mentereng dibandingkan kontestan lain di Grup B. Southgate hanya melakukan sedikit perubahan pada komposisi skuadnya dan masih mempertahankan sebagian besar anak asuhnya di ajang Euro 2020.

Mantan pelatih Middlesbrough itu membuang 6 pemain lama dan menggantinya dengan 6 pemain baru. Nama-nama baru tersebut adalah James Maddison, Nick Pope, Ramsdale, Ben White, Gallagher dan Callum Wilson yang memang tengah perform di timnya masing-masing.

Secara kedalaman skuad dari sektor depan hingga belakang pun, Inggris bisa dibilang cukup dalam dan merata. Hanya saja di sektor kiri pertahanan, Luke Shaw, tidak punya pelapis murni dan kemungkinan memaksa Walker atau Trippier untuk mengisi pos tersebut. 

Untuk pemain kunci tentu Inggris masih bertumpu gol, kepemimpinan dan kreativitas pada sosok Harry Kane.  Ditambah pemain Tottenham Hotspur tersebut hanya butuh tiga gol lagi untuk menyamai rekor gol terbanyak Inggris yang dipegang Wayne Rooney dengan 53 gol. Hal ini tentu memberikan motivasi lebih bagi Kane.

Sistem permainan

The Athletic memprediksi Inggris tidak akan banyak merubah gaya mainnya seperti saat Euro 2020. The Three Lions akan tetap bermain dengan dominasi penguasaan bola, melakukan pressing tinggi dan bermain fleksibel sekaligus taktis.

BACA JUGA:  Jangan Ketinggalan, Chelsea!

Terkait formasi Southgate terbilang pelatih yang fleksibel. Dengan skuad yang ada ia bisa menggunakan sistem 4-3-3 atau 3-4-3 seperti yang ia lakukan saat Euro 2020 ataupun Nations League. Kunci sukses Inggris di Euro 2020 lalu adalah mampu membuat lini tengah mereka begitu rapat dan padat sehingga sangat sulit dibobol oleh lawan.

Dengan melimpahnya stok wing back yang Southgate miliki, tentu menjadi indikasi bahwa sektor sayap akan menjadi salah satu senjata bagi timnya. Di kanan ada Trent Alexander-Arnold, Kieran Trippier, Ben White dan Walker, sementara di kiri ada Luke Shaw.

Ketika permainan buntu biasanya Inggris juga mengandalkan skema set piece untuk mengatasinya. Dalam ajang kualifikasi Piala Dunia silam Inggris menjadi tim dengan kemampuan konversi gol set piece terbaik di Eropa. xG set piece mereka 9,8 tapi mereka berhasil mencetak 13 gol.

Kelemahan 

Inggris menghadapi Piala Dunia 2022 sebetulnya dengan catatan buruk. Mereka gagal mempertahankan penampilan apik di Euro 2020 dan tidak meraih kemenangan dalam enam pertandingan UEFA Nations League tahun ini. Hasil tersebut membuat Inggris harus terdegradasi ke Liga B pada UEFA Nations League.

Selain itu kritik terbesar dari Southgate adalah merasa cepat puas ketika menang 1-0. Alih-alih mencoba untuk killing the game, ia justru menggunakan waktu sisa untuk bermain bertahan dan mengandalkan serangan balik.

Hal itu membuat Inggris menjadi salah satu tim yang payah mempertahankan keunggulan. Hasil olah data The Athletic antara tahun 2000 – 2020 Inggris hanya memiliki tingkat kemenangan 50 persen setelah mencetak gol pertama di pertandingan turnamen besar. Sementara tim-tim lain seperti, Belanda, Prancis, Belgia, Jerman, Spanyol, dan Portugal semuanya membanggakan angka lebih dari 80 persen. 

BACA JUGA:  Ironi Ivan Toney

Terakhir Inggris tidak memiliki pencetak gol ketiga yang konsisten selain Kane dan Raheem Sterling. Pasalnya ketika kedua pemain ini tengah underperform, terkunci gerakannya ataupun absen Tim Tiga Singa nampak ompong di lini depan. Dengan hadirnya Callum Wilson, Rashford dan Maddison yang tengah mantap-mantapnya di  musim ini diharapkan menjadi jawaban atas hal tersebut. 

Kans lolos

Di atas kertas Inggris tidak sulit untuk menjadi jawara di Grup B. Hanya saja Wales, Amerika dan juga Iran punya potensi besar untuk mengejutkan. Maka dari itu Southgate harus mengantisipasi hal tersebut. 

Jika lolos ke babak 16 besar Inggris kemungkinan baru akan mendapatkan lawan yang sepadan, yaitu Belanda dan Senegal yang jadi unggulan di grup A. Pun jika kembali lolos hingga 8 besar Inggris juga berpotensi ketemu lawan berat lainnya seperti Prancis ataupun Argentina.

Dengan syarat mampu tampil lepas dan konsisten tiap laga, perempat final harusnya bisa jadi capaian minimal yang bisa Southgate raih. Menurutmu seberapa jauh langkah Tim Tiga Singa di Piala Dunia 2022?

Komentar
Medioker yang bisa diandalkan. Kadang dukung Manchester United kadang dukung AC Milan. Bisa kalian sapa di twitter @CandraBantara