Panggung Para Pemuda di Laga Portugal Versus Ghana

Panggung para pemain muda di laga Portugal versus Ghana. (sports.yahoo.com)
Panggung para pemain muda di laga Portugal versus Ghana. (sports.yahoo.com)

Cristiano Ronaldo boleh saja membuat rekor baru sebagai manusia pertama yang berhasil mencetak gol di lima edisi Piala Dunia yang berbeda dan menjadi pencetak gol tertua turnamen setelah Roger Milla. Tapi, pertandingan Portugal versus Ghana adalah panggung untuk para anak muda. Mohammed Kudus, Joao Felix, dan Rafael Leao memiliki debut manis di turnamen internasional pertama mereka. Ketiganya berusia 23 tahun ke bawah dengan kontribusi besar bagi negara masing-masing di atas lapangan.

Kudus mencuri perhatian lebih awal. Sejak awal laga ia berada di mana-mana, merepotkan Ruben Neves yang harus menjaga kedalaman dan melindungi area tengah di depan pertahanan Portugal. Dribble, kemampuan mencetak gol, dan kreasi peluang pemuda 22 tahun itu memang eksepsional. Total 4 dari 4 percobaan dribbles-nya sukses dan menjadi kreator untuk gol penyeimbang Ghana yang dicetak Jordan Ayew.

Fans Ajax Amsterdam tahu betul kapasitas Kudus. Musim ini di level klub ia telah mencetak 10 gol dari total 21 laga di semua ajang. Sedangkan untuk Ghana, pemuda asal Nima telah menjadi sosok kunci bagi The Black Stars sejak dirinya mencetak gol dalam laga debut kontra Afrika Selatan pada 2019 silam di ajang Kualifikasi AFCON 2021.

Menit 72 kaki kirinya melepaskan tembakan keras terarah ke gawang kawalan Diogo Costa, namun masih bisa diantisipasi dengan baik. Ancaman benar-benar datang setelahnya ketika pergerakan off the ball Kudus di sisi buta pertahanan Portugal menciptakan peluang emas yang mampu dituntaskan Ayew dengan maksimal.

BACA JUGA:  "Waka Waka": Sihir Shakira di Piala Dunia 2010 Afrika Selatan

The Pride of Nima” telah menancapkan taringnya di pesta sepakbola akbar empat tahunan dan memegang peran penting untuk Ghana. Ia kemudian ditarik saat laga berusia 77 menit. Bersamaan dengan itu, bintang muda lain dari kubu seberang masuk ke lapangan. Rafael Leao menambah daya gedor tim di sisi kiri Selecao das Quinas.

Sebelum Leao beraksi, Felix lebih dulu unjuk gigi. Bruno Fernandes menyediakan servis manis untuknya dengan through pass terukur di sisi kanan. Dengan tenang, Felix membawa Portugal kembali unggul di menit 78. Tepat saat Jordan Ayew baru saja merayakan golnya di bangku cadangan setelah dirinya diganti oleh Andre Ayew, adiknya sendiri. Kemampuan versatile Felix menjadi kekuatan tersendiri bagi negaranya. Di laga kali ini ia mencatatkan 100 persen long ball sukses, 44 sentuhan, dan 4 kali menang ground duels.

Dua menit kemudian atau tiga menit setelah masuk ke lapangan, Leao membawa Portugal menjauh. Lagi-lagi Bruno berperan vital memberikan umpan klinis untuk juniornya. Leao berdiri bebas di sisi kiri dan ia tahu betul seberapa besar peluangnya untuk mencetak gol. Wajahnya tertangkap kamera sedang tersenyum beberapa saat sebelum melepas tendangan plesing di menit 80. Ghana memberikan perlawanan hingga menit akhir, namun Portugal tetap mempertahankan keunggulan dan meraih tiga poin perdana di awal turnamen.

Skuad Portugal memang sebaiknya mulai berbenah. Fernando Santos terlalu memaksakan menaruh semua bintang dan pemain senior dalam satu waktu di atas lapangan. Di bangku cadangan, padahal mereka memiliki banyak opsi untuk dieksplorasi demi membuat Selecao das Quinas lebih atraktif dan segar.

BACA JUGA:  Dua Nama dalam Bursa Sekjen PSSI: Syauqi Soeratno dan Viola Kurniawati

Keberadaan Felix dan Leao di kedua sayap menjadi bukti betapa permainan juara Euro 2016 tersebut lebih cair dan leluasa menembus pertahanan lawan. Di luar rekor Ronaldo, para pemain muda patut mendapat sorotan utama di laga kali ini. Apalagi pencetak gol kedua Ghana juga masih berusia 23 tahun. Osman Bukari namanya.

Komentar