Sengitnya Persaingan Memperebutkan Titel Ligue 1

Dalam satu dekade terakhir, kompetisi Ligue 1 dianggap tak seru oleh banyak pengamat. Apalagi alasannya kalau bukan kedigdayaan Paris Saint-Germain (PSG) yang dihuni banyak pesepakbola kelas wahid dan menjadi kampiun di tujuh edisi.

Semenjak Qatar Sports Investment (QSI) mengakuisisi klub dari tangan Colony Capital, PSG bersolek. Satu demi satu bintang lapangan hijau didatangkan ke Stadion Parc des Princes guna mewujudkan ambisi pemilik anyar yang bergelimang uang.

Akan tetapi, dominasi Les Parisiens tampak memudar di musim 2020/2021 kali ini. Mereka sempat kalah beruntun di awal kompetisi hingga kemudian bangkit dan melesat ke papan atas. Namun konflik yang terjadi di antara sang pelatih, Thomas Tuchel, dan pihak manajemen, bikin perpecahan keduanya tak terelakkan.

Tuchel dipecat pada Desember 2020 dan digantikan eks pelatih Tottenham Hotspur, Mauricio Pochettino. Kendati penampilan Kylian Mbappe dan kolega semakin oke, tetapi para rival di Ligue 1 juga memperlihatkan aksi mengagumkan.

Sampai journee ke-29, tampuk pimpinan dipegang oleh Lille OSC dengan koleksi 63 poin. PSG dan Olympique Lyonnais menguntit di peringkat dua dan tiga lewat bekal 60 angka. Sementara penghuni posisi empat, AS Monaco, juga punya kesempatan merangsek ke tiga besar sebab punya modal 56 poin.

Dengan sisa sembilan pertandingan dan jarak yang cukup rapat, pertarungan memperebutkan titel Ligue 1 bisa saja berlangsung hingga pekan pamungkas.

Apalagi keempat tim di atas masih akan berjumpa. Monaco memiliki jadwal bertemu dengan Lyon di journee ke-35. Partai itu sendiri akan dihelat di markas Les Monegasques, Stadion Louis II.

Sementara Lyon akan menjamu PSG dan Lille pada journee ke-30 dan ke-34 baru kemudian bertandang ke Monaco di pekan berikutnya. Sedangkan Lille kudu menjalani laga tandang menghadapi PSG, dan Lyon masing-masing di pekan ke-31 dan ke-34.

Sebaliknya, sang juara bertahan PSG cuma harus bertemu dengan Lyon (tandang) dan Lille (kandang) di pekan ke-30 dan ke-31.

Melihat jadwal di antara keempat kesebelasan di atas, beban sedikit berat mengarah ke Lille. Jose Fonte dan kawan-kawan tidak diuntungkan dengan menghadapi para kompetitornya sebagai tim tamu. Tekanan besar akan dihadapi oleh pasukan Les Dogues terlebih mereka kini memanggul status sebagai pemuncak klasemen.

BACA JUGA:  Transfer Gila-Gilaan dan Pengaruhnya Terhadap Prestasi

Namun rintangan ini bisa menjadi tes sesungguhnya bagi kepantasan tim asuhan Christophe Galtier untuk menjadi kampiun. Asal tidak kehilangan poin saat melawat ke kandang para pemburunya itu, klub yang berkandang di Stadion Pierre-Mauroy tersebut punya kans besar buat merengkuh titel Ligue 1 keempatnya sepanjang sejarah.

Lille sebenarnya sudah menunjukkan sebagai salah satu kandidat kuat tim juara dengan menjadi kesebelasan dengan jumlah kekalahan dan kebobolan tersedikit. Kekalahan itu sendiri diderita dari Angers dan Brest, dua klub yang di atas kertas bisa mereka taklukkan.

Serupa Lille, PSG juga memiliki rekor kebobolan yang minim. Sejauh ini mereka baru kemasukan 19 gol. Sayangnya, hasil negatif yang dituai Mbappe dan kawan-kawan musim ini lebih banyak dibanding musim-musim sebelumnya.

Hingga pekan ke-29, mereka sudah kalah tujuh kali alias sama dengan catatan Monaco. Menariknya, PSG sempat terkapar di hadapan Lens dan Lorient, dua klub promosi.

Kendati demikian, Les Parisiens tetap memiliki kans besar untuk mempertahankan gelarnya dan menyamai pencapaian Saint-Etienne sebagai tim pengoleksi gelar Ligue 1 terbanyak dengan sepuluh titel.

Berbekal skuad mewah dan kapasitas Pochettino sebagai juru taktik, PSG bisa saja membalikkan keadaan di pekan-pekan terakhir.

Walau demikian, sepakbola bukanlah matematika. Keseriusan PSG saat berlaga di Liga Champions dapat menjadi halangan bagi mereka untuk terus melaju di kompetisi domestik. Hal inilah yang bisa dimanfaatkan oleh Lille, Lyon, dan Monaco.

Lyon menjadi tim kedua setelah Lille yang menderita kekalahan tersedikit dengan tiga kekalahan. Les Gones menyerah di tangan Metz dan Montpellier (dua kali). Seperti kekalahan yang diterima rival, dua klub itu juga sepantasnya bisa ditebas oleh Memphis Depay dan kolega.

BACA JUGA:  PSG: Kisah Berbeda di Prancis dan Eropa

Barangkali tahun ini menjadi kesempatan yang bagus bagi tim yang menghuni Stadion Groupama itu untuk mencicipi manisnya gelar liga setelah terakhir kali merasakannya pada tahun 2008 silam. Sebelumnya, klub yang mengorbitkan Karim Benzema ini sempat memunculkan decak kagum karena menguasai kasta teratas sepakbola Prancis selama tujuh musim beruntun.

Peluang anak asuh Rudi Garcia cukup terbuka terlebih mereka memiliki trisula berbahaya di lini depan dalam diri Depay, Karl Toko Ekambi, dan Tino Kadewere.

Trisula ini telah menyumbang 36 gol dari total 57 gol yang telah dilesakkan Les Gones dalam 29 pertandingan. Mereka ditopang duet gelandang kreatif dalam wujud Houssem Aouar dan Lucas Paqueta.

Khusus bagi Depay dan Aouar, musim ini bisa jadi musim terakhir bagi kedua pemain berseragam Lyon. Kontrak Depay habis di akhir musim panas nanti sedangkan Aouar santer diberitakan akan hengkang lantaran diminati banyak klub mapan Eropa.

Penantang terakhir, Monaco, mungkin jadi yang paling tidak diunggulkan dibanding tiga pesaing lain. Hal ini terjadi karena finalis Liga Champions 2003/2004 ini masih inkonsisten.

Potensi Monaco baru terlihat memasuki pergantian tahun. Kevin Volland dan kolega sempat mencetak tujuh kemenangan beruntun dari journee ke-18 sampai journee ke-24.

Mereka bahkan mampu mengalahkan PSG secara back to back di musim ini. Namun sayangnya, mereka juga pernah dihempaskan tim papan bawah macam Strasbourg.

Jika ingin mengulang kesuksesan di musim 2016/2017 kala menahbiskan diri sebagai klub terbaik di Negeri Menara Eiffel, maka armada Kovac tidak boleh membuang kesempatan meraih tiga angka di laga tersisa mereka. Tak terkecuali saat bersua dua pesaing di empat besar.

Dibanding musim-musim sebelumnya, Ligue 1 2020/2021 menyajikan persaingan yang lebih sengit. Jawara belum benar-benar diketahui sampai memasuki fase akhir kompetisi. Bisa jadi, musim ini adalah musim terseru dari kompetisi nomor wahid di Prancis itu dalam satu dekade terakhir.

Menurutmu, siapa yang akan jadi kampiun?

Komentar
Tidak percaya diri dengan tulisan sendiri, penganut aliran britpop yang (belum) taat, pemalas, bungkuk dan suka sekali makan pisang.