Drama Olahraga sebagai Sarana Belajar Psikologi untuk Sepakbola

Para penggemar sepakbola, khususnya kaum Adam, barangkali merasa aneh jika diminta untuk menonton tayangan drama. Hal ini cukup wajar sebab mayoritas tayangan drama berkisah tentang hal-hal yang sentimental dan cenderung mellow, berkebalikan dengan olahraga seperti sepakbola yang gagah dan penuh semangat.

Walau begitu, perlu diingat juga bahwa sepakbola senantiasa menghadirkan drama di dalamnya. Tanpa drama, sepakbola takkan memiliki sensasi tersendiri. Bahkan hal itu juga yang pada akhirnya menarik minat khalayak untuk lebih menggemari sepakbola.

Akan tetapi, ada sejumlah tayangan drama, khususnya dari Cina dan Korea Selatan, yang sepatutnya penggemar sepakbola saksikan. Terlebih, ceritanya sangat menarik, seru dan terkait dengan dunia olahraga. Bahkan menggambarkan tentang ilmu psikologi yang dapat diterapkan di kancah sepakbola.

Berikut ini, saya coba merekomendasikan sejumlah judul drama olahraga yang patut pembaca tonton:

Hot Stove League

Drama ini mengambil kisah tentang perjalanan seorang manajer umum klub bisbol yang bernama Dreams. Klub ini sendiri didera segudang masalah, mulai dari finansial, ancaman pembubaran tim, prestasi yang surut dan tim yang hilang kekompakan.

Baek Seung-soo (diperankan Namkoong Min) digambarkan sebagai sosok manajer umum yang dingin tetapi tegas. Ia memiliki gaya kepemimpinan yang partisipatif, seperti mengajak staf manajemen berdiskusi ketika akan mengambil keputusan, memberikan kesempatan masing-masing staf mengeluarkan pendapat mereka terhadap permasalahan klub, memberikan tugas berstandar tinggi untuk memotivasi staf manajemen, serta memberi kepercayaan penuh pada semua staf berdasarkan pembagian tugas yang telah ditentukan.

Gaya kepemimpinan seperti ini memungkinkan anggota tim memiliki kepercayaan diri yang lebih tinggi untuk terlibat dalam setiap kegiatan klub. Mereka akan termotivasi untuk menampilkan ide-ide baru yang bervariasi, otonom, sekaligus menampilkan keterampilan yang dimiliki. Keuntungannya, kesempatan masing-masing anggota tim untuk berkembang akan lebih terbuka dan kinerja tim semakin meningkat. Tak salah jika Dreams akhirnya mendapat kompensasi yang layak di musim berikutnya dengan menjadi juara.

Go Go Squid!

BACA JUGA:  Kontak Fisik, VAR, dan Akting di Kotak Penalti

Drama ini bercerita tentang klub e-sport K&K yang memiliki aturan sangat ketat dan memiliki bos yang bergaya autokratis bernama Han Shangyan (diperankan oleh Li Xian). Ia merupakan bos yang galak, tegas, tidak mau berkompromi dengan kesalahan, dan selalu menjaga jarak dengan para pemainnya. Selain itu, ia juga menuntut persaingan ketat dalam timnya sendiri. Jika ada pemain yang peringkatnya turun, maka pemain tersebut harus menerima konsekuensi digantikan pemain lainnya.

Gaya kepemimpinan ala Han ini mungkin terlihat mengerikan, tetapi justru membuat para pemain K&K menjadi lebih kompak dan semakin termotivasi untuk menampilkan  kinerja terbaiknya. Seperti hasil penelitian berjudul The Relationship between Coach’s Leadership Styles and Team Cohesion in Iran Football Clubs Professional League yang menjelaskan bahwa gaya kepemimpinan autokratis dibutuhkan untuk tim yang berkompetisi di level profesional.

Semakin tinggi level kompetisi yang diikuti sebuah tim, maka standar kinerja mereka akan semakin tinggi. Karena itulah gaya kepemimpinan autokratis dibutuhkan untuk memberikan kontrol terhadap para pemain agar lebih disiplin dan termotivasi untuk semakin berprestasi.

Prince of Tennis

Drama adaptasi dari anime berjudul sama ini bercerita tentang strategi membangun tim yang dibuat oleh tim tenis sekolah bernama Yu Qing. Ada strategi yang menarik yakni berlatih tanding berpasangan. Tim Yu Qing diceritakan melakukan program latih tanding berpasangan dengan sesama anggota tim. Pemain tunggal akan melawan pemain tunggal lainnya dan pemain ganda juga akan melawan pemain ganda lainnya.

Metode tersebut bertujuan agar para pemain memiliki pengalaman bertanding dengan karakter lawan yang bervariasi. Masing-masing pemain juga dapat memberikan masukan kepada pemain lainnya bila ada yang harus diperbaiki untuk meningkatkan performa mereka. Selain itu, metode ini sangat membantu pemain ganda untuk memperbaiki komunikasi supaya lebih kompak saat beraksi di lapangan.

Strategi ini juga dapat diadaptasi oleh tim sepakbola, misalnya dengan memasangkan kiper-bek tengah versus gelandang-penyerang atau gelandang sayap-penyerang versus bek kanan-bek tengah. Ada pula yang serupa ini dengan menempatkan dua pemain berposisi sama atau berdekatan dalam satu kamar ketika akan melakukan pertandingan tandang. Strategi ini diharapkan dapat meningkatkan komunikasi dan interaksi antarpemain, sehingga mereka dapat lebih mudah memahami rekan setimnya ketika berada di lapangan.

BACA JUGA:  Corona dan Sepakbola yang Tak Lagi Sama

The King’s Avatar

Drama yang juga merupakan adaptasi anime ini menceritakan tentang tim e-sport bernama Happy. Tim yang memiliki kapten bernama Ye Xiu (diperankan oleh Yang Yang) ini memang tergolong tim yang baru terbentuk. Namun kekompakan yang mereka miliki bermuara pada gelar juara pada sebuah turnamen.

Nama tim yang dalam bahasa Indonesia berarti senang atau bahagia menggambarkan kondisi di dalam tim. Lihat saja karakter para anggota tim yang selalu memotivasi temannya setelah melakukan kesalahan, membantu memberikan teknik khusus untuk bermain e-sport, saling mengingatkan untuk rajin berlatih, serta saling mengajak untuk menikmati masa-masa main e-sport bersama. Mereka menunjukkan kekompakan yang cukup tinggi untuk mengantarkan tim meraih kemenangan demi kemenangan hingga menjadi juara.

Kekompakan memiliki hubungan erat dengan penampilan dan prestasi atau kesuksesan sebuah tim, terutama pada olahraga tim seperti e-sport dan sepakbola. Kekompakan bahkan dapat membantu pemain yang sedang cedera lebih cepat pulih dengan motivasi dari teman-teman timnya. Kekompakan juga membantu pemain menemukan strategi untuk memecahkan masalah di pertandingan secara cepat dan adaptif, plus membentuk karakter personal yang percaya diri.

Psikologi dalam Sepakbola

Psikologi mungkin sering terlihat sebagai ilmu yang mahal bagi sepakbola. Padahal ada banyak cara mempelajarinya, tak terkecuali dengan menonton drama olahraga. Drama olahraga juga dapat memberikan gambaran pada para psikolog dan konselor yang mendampingi tim guna membentuk strategi membangun tim yang unik dan mudah.

Paling tidak, tayangan drama olahraga tadi bisa menjadi hiburan sekaligus pelajaran terselubung bagi para pesepakbola maupun kita, para penggemar balbalan.

Komentar
Penggila sepakbola asal Gresik yang lihai memasak makanan enak. Bisa dihubungi melalui akun Twitter @s11emak.