Gemuruh Wembley untuk Chloe Kelly

Chloe Kelly
Pemain Timnas Inggris, Chloe Kelly. (mancity.com)

Chloe Kelly tumbuh di Hanwell, sebuah pemukiman yang tenang di pinggiran Kota London. Kampung halamannya dan Wembley Stadium berjarak sekitar 8 mil. Ia tumbuh akrab dengan bus rute nomor 92 yang sering mengangkutnya ke stadion terbesar di Inggris tersebut untuk menyaksikan langsung final Piala FA dan membeli match programme di sana.

Chloe suka dengan sensasi menonton sepakbola di stadion, terlebih saat laga-laga penting seperti final turnamen. Chloe menikmati berada di tengah gemuruh dan getaran yang tercipta di stadion kala para suporter bersorak merayakan gol tim kesayangan.

31 Juli 2022, Chloe merasakan getaran yang sama. Tak lagi sebagai penonton, tapi sebagai pahlawan kemenangan The Lionesses atas Jerman di final Piala Eropa Wanita 2022.

Chloe masuk ke lapangan saat laga berusia 64 menit. Ia menggantikan Beth Mead di sisa waktu laga. Memasuki extra time, Chloe menjelma jadi super sub dan dipuja-puja publik sepakbola Inggris berkat golnya di menit 110.

Sepakannya menyambar bola saat kemelut di depan gawang lawan disaksikan oleh 87.192 penonton di Wembley Stadium dan mengantarkan Inggris untuk mengangkat trofi Euro pertama mereka.

Jalan Chloe menuju final Euro 2022 cukup terjal. Ia nyaris tak masuk dalam skuad karena cedera ACL yang ia derita sejak Mei 2021 lalu. Ia bahkan absen dari gelaran Olimpiade Tokyo 2021 dan berjuang mengembalikan mentalnya selama masa rehab pasca cedera panjang. Pada akhirnya ia mampu kembali ke lapangan.

Mentalitasnya memang sudah kuat dan teruji sejak kecil. Ia adalah anak bungsu dari tujuh bersaudara, di mana lima di antaranya adalah saudara laki-laki yang membentuk Chloe seperti sekarang.

Chloe kecil sering bermain sepakbola bersama lima kakaknya tersebut. Tiap kali terjatuh, kakaknya menyuruh Chloe segera berdiri atau diancam tak diajak bermain lagi. Ia selalu memilih bangkit daripada merengek kesakitan dan pasrah di ruang perawatan. Jauh sebelum berseragam The Citizens, Chloe mengawali kariernya di akademi Queens Park Rangers.

BACA JUGA:  Perjuangan Ramadhan Sananta

Saat usianya menginjak 17 tahun, ia direkrut Arsenal dan berhasil menembus tim utama. Ia kemudian sempat dipinjamkan ke Everton pada 2018 sebelum akhirnya dikontrak secara permanen hingga 2020 oleh The Toffees.

Chloe telah membela panji Inggris sejak tergabung dalam skuad U-17, U-19, dan U-20. Prestasi tertingginya di level kelompok umur adalah saat membawa Inggris meraih juara tiga Piala Dunia Wanita U-20 pada 2018. Sementara debut seniornya tercatat saat melawan Austria di tahun yang sama dalam sebuah laga persahabatan.

Football is coming home menggema di daratan Inggris sekaligus mengiringi jalan pulang Chloe dari Wembley Stadium ke kampung halamannya di Hanwell. Kemenangan tak hanya bagi sepakbola Inggris, tapi juga untuk Chloe yang berhasil menunjukkan kehebatannya di hadapan kelima saudara laki-laki yang membentuknya sejak kecil.

Komentar