Giroud Jadi Penentu Football Is (Not) Coming Home

Giroud merayakan kegagalan penalti Harry Kane (sportingnews.com)
Giroud merayakan kegagalan penalti Harry Kane (sportingnews.com)

Giroud lagi-lagi menjadi pahlawan bagi Prancis di laga krusial. Gol tandukannya di menit ke-78 ke gawang Inggris, menjadi penentu bahwa sepakbola tidak akan kembali ke rumah dimana ia dilahirkan. Hasil ini membuat Les Bleus menjadi juara bertahan pertama sejak Brazil (1988) yang mampu back-to-back melaju ke semifinal dan bakal bersua Maroko.

Di babak pertama laga berjalan cukup ketat. Inggris sedikit unggul dalam penguasaan bola, jumlah tembakan dan penciptaan peluang. Hanya saja Perancis unggul dalam hal efektivitas permainan. Sadar The Three Lions punya track record buruk ketika ketinggalan di babak pertama, Prancis akhirnya bisa memanfaatkannya dengan mencuri gol terlebih dahulu lewat tendangan dari luar kotak penalti Tchouameni pada menit ke-17.

Di babak kedua Inggris langsung tancap gas. Total 11 tembakan dan 2 peluang emas yang berhasil diciptakan oleh Harry Kane dkk. Akhirnya di menit ke-54 Kane bisa menyamakan kedudukan 1-1 lewat gol dari titik putih. Satu golnya ke gawang Lloris membuatnya menyamai rekor gol terbanyak Inggris milik Rooney dengan 53 gol.

Mesipun memegang kendali permainan Inggris payah dalam hal konversi peluang. Dengan xG sebesar 3.23, anak asuh Gareth Southgate hanya mampu mencetak 1 gol. Sementara Les Bleus meski hanya mendapat 2 peluang emas, mereka kembali bisa mencetak gol lewat tandukan Olivier Giroud di menit ke-73 memanfaatkan umpan Griezmann. 

Gol Giroud tersebut semakin mengukuhkan dirinya sebagai striker tertajam Prancis dengan 52 gol. Inggris sebetulnya punya kesempatan menyamakan kedudukan lewat penalti yang didapat Kane di menit ke-84, tapi gagal. Walhasil skor 2-1 tidak berubah hingga laga berakhir. Kekalahan ini merupakan hasil buruk untuk kali ketujuh bagi Inggris selama berlaga di babak perempat final. Dan membuat Tim Tiga Singa menjadi tim yang paling sering gagal ketika berlaga di fase tersebut.

Komentar
BACA JUGA:  Inggris: Pencetus dan Pelanggar Aturan Rasisme
Medioker yang bisa diandalkan. Kadang dukung Manchester United kadang dukung AC Milan. Bisa kalian sapa di twitter @CandraBantara