12 Pemain Muda yang Siap Mengguncang Piala Dunia 2022 Qatar

Pemain muda timnas Spanyol, Gavi.
Pemain muda timnas Spanyol, Gavi. (fcbarcelona.com)

Seperti biasa, ajang internasional seperti Piala Dunia selalu menjadi panggung yang menarik bagi para pemain muda untuk unjuk gigi. Di edisi sebelumnya pada tahun 2018, ada Kylian Mbappe. Kemudian di Euro 2020, ada Pedri. Lantas, siapa para pemain muda yang siap mengguncang Piala Dunia 2022? Berikut 11 pemain yang kami kira akan bersinar di Qatar nanti.

1. Vinicius Junior/Brasil (22 tahun)

Pemain Real Madrid ini akan melakoni Piala Dunia 2022 dengan usia 22 tahun. Kualitasnya sebagai penyerang sayap sudah terbukti bersama Madrid dengan mempersembahkan trofi La Liga dan Liga Champions pada musim 2021 yang lalu.

Pemain yang menjalani debutnya pada 11 September 2019 ini telah mengoleksi 16 caps bersama Timnas Brasil. Dengan perkembangannya yang pesat dan telah menjadi pemain kunci di Madrid, Vinicius dipastikan akan menjadi bagian penting dari skuad asuhan Tite di Qatar.

2. Jude Bellingham/Inggris (19 tahun)

Menjalani musim-musim fantastisnya di Borussia Dortmund, Bellingham memiliki kesempatan besar untuk menjadi pilihan utama Southgate di lini tengah Timnas Inggris. Meskipun baru berusia 19 tahun, Bellingham telah menjadi pemain utama di Dortmund.

Sejak kedatangannya ke Signal Iduna Park pada tahun 2019, Bellingham telah bermain 112 kali dengan 98 pertandingan sebagai starter. Gelandang enerjik ini juga sudah mengemas 19 gol dan 21 asis selama kariernya di Dortmund.

3. Julian Alvarez/Argentina (22 tahun)

https://www.instagram.com/p/Cj_OOG0tIoh/

Bersaing dengan Erling Haaland di Manchester City adalah hal yang sangat tidak mudah, tapi Julian Alvarez mampu melakukannya dengan sangat baik. Di saat Haaland cedera, Alvarez tampil sebagai sosok yang dapat diandalkan.

Selain 6 golnya di seluruh kompetisi musim ini, permainan Alvarez yang cair juga bisa menjadi senjata bagi Timnas Argentina. Dia bisa membuka ruang bagi rekan-rekannya, namun juga dilengkapi kemampuan finishing yang klinis.

4. Jamal Musiala/Jerman (19 tahun)

Berkarier dengan tim sebesar Bayern Munchen tak membuat mental Jamal Musiala gentar. Selain itu, sebagai gelandang serang kemampuan olah bola Musiala juga sudah berada di atas rata-rata, bahkan tidak hanya di kalangan anak seumurannya. Musiala memiliki atribut yang dapat mengobrak-abrik pertahanan lawan bahkan dalam keadaan krisis. Dengan skill-nya tersebut, sepertinya Musiala akan menjadi salah satu pemain andalan Hansi Flick selama di Qatar.

5. Cody Gakpo/Belanda (23 tahun)

Secara statistik, mungkin Cody Gakpo dapat dinilai sebagai pemain muda yang paling bersinar di Eropa saat ini. Pemain berusia 23 tahun ini menjadi top skor sementara Eredivisie 2021/22 dengan 9 gol dan top asis dengan 12 asis.

Sebagai seorang pemain sayap, selain unggul dalam hal kecepatan, fisiknya yang menjulang tinggi hingga 1,89 m dapat menjadi kelebihan dari Gakpo. Bagi Louis van Gaal dan Timnas Belanda, Gakpo bisa menjadi salah satu kartu AS di setiap pertandingan Piala Dunia nantinya.

6. Rafael Leao/Portugal (23 tahun)

Menjadi pemain terbaik Serie A 2021/22 setelah berhasil mengantar AC Milan meraih scudetto, membuat nama Rafael Leao menjadi bahan perbincangan banyak orang atas prestasi yang sudah diraihnya. Hal ini bakal membuat Leao didapuk sebagai andalan dari kubu pemain muda bagi Timnas Portugal.

Sebagai penyerang, Leao juga cukup versatile. Pemain berusia 23 tahun ini dapat diplot sebagai penyerang sayap ataupun tengah. Tergantung pelatih Fernando Santos ingin menempatkan Cristiano Ronaldo di mana, Leao tinggal mengikutinya saja.

7. Gavi/Spanyol (18 tahun)

Dengan titel jawara Kopa Trophy 2022, nama Gavi sudah pasti akan menjadi sorotan seluruh dunia saat gelaran akbar sepakbola tersebut berlangsung di Qatar nantinya. Sebagai seorang gelandang, Gavi memiliki kemampuan yang cukup komplet.

Dia memiliki kemampuan bertahan serta skill individu yang di atas rata-rata bagi para pemain seumurannya. Walau baru berusia 18 tahun, Gavi juga sudah sering membuktikkan bahwa dirinya tidak takut untuk menghadapi para pemain yang jauh lebih senior.

8. Aurélien Tchouaméni/Prancis (22 tahun)

Kepindahan Tchouameni ke Madrid telah menjadi langkah besar dalam kariernya. Setelah ditinggal Casemiro ke Manchester United, Tchouameni langsung dihadapkan dengan tantangan besar untuk mengisi kekosongan yang telah ditinggalkan pemain Brasil tersebut.

Tetapi, Tchouameni bukan Casemiro. Ia memang memiliki kemampuan defensif untuk merebut bola dan melakukan cover dengan sangat baik. Namun dengan kecenderungannya untuk bermain lebih ke depan, gelandang Timnas Prancis ini lebih pas jika diplot sebagai Box to Box.

9. Mohammed Kudus/Ghana (22 tahun)

Kudus merupakan gelandang asal Ghana yang saat ini bermain untuk Ajax. Sejak didatangkan oleh Erik ten Hag saat masih melatih Ajax, Kudus telah banyak berkembang untuk menjadi salah satu gelandang muda top di Eropa.

Musim ini, Kudus telah mengoleksi 5 gol di Eredivisie dan 4 gol di Liga Champions. Namanya dapat mencuri perhatian sebagai salah satu talenta dari Benua Afrika.

10. Takefusa Kubo/Jepang (21 tahun)

Saat berusia 18 tahun, nama Barcelona dan Real Madrid telah tertulis di CV Kubo. Namun sejak kepindahannya ke Madrid, ia terus dipindahkan dari Mallorca, Villareal, Getafe, dan Mallorca. Hingga ia kemudian memutuskan untuk pindah secara permanen ke Real Sociedad.

Namun disadari atau tidak, Kubo telah mengoleksi 100 penampilan di La Liga. Di Sociedad musim ini, penyerang sayap tersebut juga telah menyumbang 2 gol dan 2 asis. Dengan pengalamannya, Timnas Jepang tentunya akan sangat terbantu oleh Kubo.

11. Yunus Musah/Amerika Serikat (19 tahun)

Amerika Serikat akan membawa banyak pemain muda ke Qatar, salah satunya yunus Musah. Semenjak pindah ke Valencia, Yunus telah banyak mengalami perkembangan sebagai seorang gelandang.

Ia telah bermain sebanyak 11 kali dengan mencetak 2 asis di La Liga musim ini. Selain itu, perannya di Timnas Amerika Serikat juga krusial dengan menjadi bagian penting dari skuad asuhan Gregg Berhalter.

12. Jonathan David/Kanada (22 tahun)

Setelah 36 tahun, akhirnya Kanada dapat kembali lagi untuk mentas di panggung Piala Dunia. Kali ini, mereka akan membawa salah satu striker yang sedang berada dalam top performance bersama LOSC Lille di Ligue 1 2022/23.

David telah berperan penting dengan 13 gol dan 3 asis dari seluruh penampilannya musim ini. Tak heran jika ia kemudian juga menjadi incaran bagi banyak klub besar di Eropa.

Komentar
BACA JUGA:  Apa yang Terjadi dengan Stadion-Stadion Penyelenggara Piala Dunia 2014 Kini? 
Menjadi fans Chelsea karena pengaruh bapak. Dapat disapa via akun Twitter @iiklil.