Marco Reus adalah Potret Kearifan Lokal Dortmund

Bagi yang sering membaca buku tentang ilmu yang mempelajari tentang masyarakat mungkin sudah tidak aneh apabila mendengar kata “kearifan lokal”. Bagi mahasiswa Sejarah seperti saya dan mahasiswa Sosiologi mungkin kata di atas sudah seperti representasi ilmu yang dipelajari itu sendiri. Kearifan lokal biasanya dikenal dalam ilmu Sosiologi dengan istilah local wisdom, sedangkan dalam ilmu Sejarah biasanya disebut dengan istilah local genius. Meskipun istilahnya beda namun muaranya hampir sama.

Kearifan lokal sendiri memiliki beberapa definisi yang masing-masing memiliki perbedaan tentunya, secara umum kearifan lokal ini bisa dianalogikan nilai-nilai budaya baik yang ada di dalam suatu masyarakat atau daerah tertentu. Di atas dijelaskan bahwa kearifan lokal bisa terdapat dalam suatu daerah tertentu, hal ini pun bisa dibuktikan pada daerah di sebelah barat daya Jerman yang merupakan bagian dari distrik Arnsberg: Dortmund!

Dortmund dahulunya merupakan bagian dari Westphalia Utara, sekarang Dortmund terdiri dari 3 kota dan 9 kabupaten. Dortmund dahulunya pernah diluluhlantahkan ketika Jerman diserang oleh pasukan sekutu, namun seiring berjalan nya waktu Dortmund kini bertransformasi sebagai pusat industri yang memiliki kultur sepak bola yang begitu kuat.

Mulai banyak pemuda asal Dortmund yang memeperkuat Borussia Dortmund sebagai upaya meningkatkan prestise di daerah tersebut serta menunjukkan cinta terhadap daerahnya sendiri. Dari sekian banyak pemuda tersebut ada satu pemuda lokal bernama Marco Reus yang merupakan calon pilar Borussia Dortmund di masa yang akan datang sekaligus memiliki nilai-nilai kearifan lokal daerah itu sendiri. Kebijaksanaan manusia yang bersadar pada etika dan cara perilaku yang melembaga secara tradisional (definisi kearifan lokal menurut Gobyah) inilah yang terpatri dalam diri Reus yang membedakan ia dengan pemuda Dortmund yang lain.

BACA JUGA:  Mikel Arteta dan Xabi Alonso: Dua Matador dari San Sebastian

Reus yang memulai karir professionalnya bersama klub asal divisi Rot Weiss Ahlen pada musim 2007/2008, kemudian pindah ke Borussia Monchengladbach pada tahun 2009 dan akhirnya pulang ke tanah leluhur pada musim panas 2012 dengan menerima pinangan dari Borussia Dortmund. Kearifan lokal Reus yang menjadi nilai plus-nya adalah sikap yang loyal kepada Borussia dan sangat menghargai persahabatan.

Mungkin foto ini sedikit banyak bisa memberikan gambaran tentang seberapa istimewanya kearifan lokal yang dimiliki Reus. Dua dari empat orang yang terdapat dalam foto tersebut yakni Gotze dan Lewandowski lebih memilih menyeberang ke Bayern Munich dengan segala pertimbangan nya, perlu dicatat bahwa Gotze merupakan hasil didikan akademi Dortmund. Selain itu di atas disebutkan bahwa ia sangat menghargai pertemanan, bisa saja ketika Robert Lewandowski atau Mario Gotze pindah ke Bayern terdapat kampanye-kampanye terselubung untuk membujuk Reus bergabung ke rival sebelah. Belum lagi tawaran dari klub-klub top Eropa seperti Liverpool dan FC Barcelona yang bisa saja sesekali menggoyahkan kecintaannya kepada Borussia Dortmund.

Namun Reus tidak menggubris semua godaan tersebut, local genius yang tertanam dengan sangat paten pada diri Reus itulah yang menjadi alasan kenapa ia masih menggenakan nomor punggung 11 di klub yang berdiri pada tahun 1909. Mungkin apabila Reus tidak memiliki local genius bisa saja ia lebih memilih pindah ke klub lain dan berpotensi untuk memperoleh gaji dan trofi yang lebih ketimbang lebih setia memilih bermain untuk Dortmund.

Kearifan lokal yang ditunjukkan oleh Reus ini merupakan pelajaran penting bagi seluruh pemuda asal Dortmund tentang bagaimana menjadi atlit yang baik, atlet yang baik adalah atlet yang mempunyai kepribadian yang baik didalam maupun diluar lapangan –begitu seru Reus mungkin. Dan kearifan lokal Reus juga seakan akan mengangkat prestise sosial bagi Dortmund sebagai daerah yang luhur.

BACA JUGA:  Perihal Gol di Penghujung Laga

 

Komentar
Mahasiswa jurusan sejarah yang sedang berusaha menyelesaikan studinya di salah satu universitas di semarang, penikmat sepakbola dari layar kaca setiap minggunya dan mantan pemain futsal tingkat jurusan.