Pembungkaman Jerman oleh Jepang

Pemain Timnas Jepang tengah merayakan kemenangan atas Timnas Jerman (fifa.com)
Pemain Timnas Jepang tengah merayakan kemenangan atas Timnas Jerman (fifa.com)

Siapa menyangka gaya membungkam mulut para pemain Jerman saat sesi foto sebelum laga melawan Jepang menjadi bumerang bagi mereka sendiri. Pasalnya Jepang berhasil membungkam skuad Der Panzer melalui pertarungan sengit dengan skor 2-1. Hasil ini membuat Thomas Muller dkk memperpanjang rekor buruk mereka yang tidak pernah menang di laga pembuka pada dua edisi Piala Dunia secara berturut-turut (2018 dan 2022).

Dominasi anak asuh Hansi Flick dengan 76% penguasaan bola, 26 kali tembakan, 5 peluang emas dan 1 gol penalti Gundogan di menit ke-33 berakhir sia-sia. Karena selepas turun minum babak pertama, Wataru Endo dkk justru mendapat suntikan semangat baru untuk mengubah keadaan. 

Taktik brilian pelatih Jepang

Keberanian pelatih Hajime Moriyasu merubah taktik 4-2-3-1 menjadi 3-4-3 dengan memasukan banyak pemain bertipikal menyerang seperti, Tomiyasu, Ritsu Doan, Takumi Minamino, Kaoru Mitoma, dan Takuma Asano berhasil merubah jalannya laga. Bahkan dua pemain pengganti mereka, Ritsu Doan dan Takuma Asano sukses menjadi supersub dengan membalikan keadaan di menit ke-75 dan 83.

Samurai Biru di babak kedua benar-benar mampu memanfaatkan kelemahan Jerman di sektor bek sayap melalui serangan direct dan kecepatan para pemain. Tercatat mereka melakukan 10 tembakan dan berhasil menciptakan 3 peluang emas yang 2 diantaranya berbuah gol. Berbanding terbalik di babak pertama, di mana mereka hanya membuat satu kali tembakan dan tidak mencipta satu pun peluang emas.

Selain finishing dan final pass Jerman yang buruk, lugasnya para pemain Jepang dalam menjaga pertahanannya juga patut diberi apresiasi setinggi-tingginya. Melalui pressing yang terstruktur membuat Der Panzer kehilangan bola sebanyak 151 kali selama 90 menit. Para pemain Jepang juga berhasil membuat 35 tekel-intersep dan 37 kali menyapu bola.

BACA JUGA:  Vuvuzela, Om Telolet Om, dan Afeksi Kita Kepada Ketidaknyamanan

Adanya Genzo “Gondha” Wakabayashi

Kemudian aktor lain yang punya peran krusial dibalik kemenangan Jepang kali ini adalah sang penjaga gawang, Shuichi Gonda. Kiper klub J-League, Shimizu S-Pulse, itu tampil bak Genzo Wakabayashi dalam film Tsubasa yang amat sulit untuk dibobol. Pemain berusia 33 tahun itu tercatat melakukan 8 saves dan 3 sapuan di laga kali ini.

Hasil ini tentu menodai debut Hansi Flick di Piala Dunia. Pasalnya Jerman belum pernah kalah setelah mencetak gol terlebih dahulu di babak pertama sejak Piala Dunia 1978. Sementara bagi Jepang hasil ini merupakan kemenangan pertama atas Jerman di Piala Dunia, sekaligus comeback pertama kalinya dalam sejarah keikutsertaan mereka di turnamen ini.

Komentar
Medioker yang bisa diandalkan. Kadang dukung Manchester United kadang dukung AC Milan. Bisa kalian sapa di twitter @CandraBantara