Diego Alves, Sang Pemegang Rekor Meredam Penalti

Setelah menepis dua tendangan penalti di pertandingan melawan Atletico Madrid, penjaga gawang Valencia asal Brasil, Diego Alves, telah menggagalkan 19 dari 37 penalti yang dihadapinya di La Liga.

Ini merupakan rekor yang sulit disamai penjaga gawang mana pun dalam waktu dekat.

Pada jornada ke-7 La Liga 2016/2017 antara tuan rumah Valencia menghadapi Atletico Madrid, Alves terpaksa menghadapi dua hukuman penalti. Ini seolah déjà vu pertandingan antara Valencia melawan Sevilla pada musim 2014/2015, ketika ia juga harus berduel satu lawan satu dengan eksekutor titik putih.

Pada saat itu, kedua penalti dieksekusi oleh penyerang Sevilla asal Kolombia yang saat ini memperkuat AC Milan, Carlos Bacca. Penalti pertama diselesaikan Bacca dengan mulus. Namun, tendangan keduanya digagalkan Alves, sehingga Valencia sukses mengunci kemenangan 3-1 atas Sevilla.

Andai ceritanya lain, skor akan berubah menjadi 2-2, dan Valencia bisa jadi gagal merebut posisi keempat klasemen sementara dari tamunya itu. Di akhir musim, kemenangan Valencia itu menjadi salah satu hasil penting yang meloloskan Los Che ke Liga Champions.

Pada awal musim 2015/2016 ini, performa Valencia sangat bertolak belakang dengan performa fenomenal mereka di musim tersebut. Saat ini, mereka terpuruk karena banyak membuat keputusan buruk pada dua musim terakhir. Untung saja, menjual Alves bukan salah satu di antaranya.

Statistik fantastis porter mereka adalah satu dari sedikit daya tarik Valencia musim ini.  Ketrengginasan Alves dalam menjinakkan penalti semakin menjadi-jadi. Hanya berselang seminggu setelah menjinakkan eksekusi pemain Leganes, Alexander Szymanowski, pada jornada ke-6, dua pemain Atletico Madrid menjadi korbannya.

Meski pada akhirnya Valencia takluk dari Los Colchoneros dengan skor 0-2, penjaga gawang berusia 31 tahun inilah yang menjadi pusat perhatian dengan menepis penalti Antoine Griezmann dan Gabi Fernandez.

BACA JUGA:  Vicente del Bosque, Real Madrid, dan The Montreal Screwjob

Catatan mengesankan kipper bernama lengkap Diego Alves Carreira dalam menaklukkan eksekutor penalti dimulai ketika ia masih memperkuat Almeria. Klub yang pertama kali tampil di La Liga di musim 2007-2008 tersebut benar-benar tertolong oleh kelihaian Alves.

Dalam empat tahun masa baktinya di  Almeria, penjaga gawang kelahiran 24 Juni 1985 ini telah menggagalkan eksekusi penalti dari berbagai nama terkenal, antara lain goleador ganas Sevilla Frederic Kanoute, ujung tombak Athletic Bilbao, Fernando Llorente, dan bintang Real Madrid, Cristiano Ronaldo.

Sewaktu pindah ke Valencia di awal musim 2011/2012, Alves mulanya hanya dipersiapkan untuk menjadi cadangan Vicente Guaita. Nama terakhir adalah pemuda yang lebih dulu memperoleh posisi penjaga gawang utama dari penjaga gawang legenda klub, Santiago Canizares.

Selama tiga tahun, rotasi Guaita-Alves terus dipertahankan, baik di La Liga, Copa del Rey, maupun kompetisi antarklub Eropa. Namun lambat laun, terlihat keunggulan Alves atas kompatriot sekaligus saingannya itu. Mantan pemain Atletico Mineiro ini terbukti sangar jika berhadapan dengan tendangan penalti.

Nama-nama terkenal yang ditaklukkannya pun semakin banyak, antara lain ujung tombak Bayern Munchen, Mario Mandzukic (ketika berhadapan di Liga Champions), mantan target-man Atletico Madrid Diego Costa (La Liga), bekas kapten Sevilla, Ivan Rakitic (La Liga), dan maestro Barcelona, Lionel Messi (Copa del Rey).

Setelah Guaita memutuskan pindah ke Getafe, posisi utama di bawah mistar gawang menjadi milik Alves. Dengan menggagalkan eksekusi Szymanowski pada jornada 6 lalu, ia sukses melewati pemegang rekor penyelamatan penalti terbanyak di La Liga, yang juga pernah berkarir di Valencia, Andoni Zubizarreta.

Total penalti yang diselamatkan sepanjang karir Zubi berada di angka 16, namun dari total 102 penalti yang dihadapinya (persentase penyelamatan hanya 15,68%). Alves sendiri sampai Oktober 2016 telah menyelamatkan 19 dari 37 tendangan penalti (persentase kesuksesan 51,35%), rekor pribadi yang sepertinya akan terus dipecahkannya.

 

Selain Zubi, catatan hebat Alves telah melewati catatan para pendahulunya di Valencia, yaitu Santiago Canizares (13 penalti), Andres Palop (12 penalti) dan Cesar Sanchez (11 penalti). Sedangkan dua portero tenar peraih trofi Zamora, Iker Casillas dan Victor Valdes, sama-sama “hanya” pernah menggagalkan 10 penalti selama karier mereka di La Liga.

Jurnalis terkenal Sid Lowe melalui artikelnya di Guardian tahun lalu menulis bahwa ternyata “Bunda Maria”-lah rahasia kepercayaan diri Alves. Setiap kali bertanding, plakat kecil bergambar Nossa Senhora Aparecida, yaitu sosok Bunda Maria dalam kepercayaan masyarakat Brasil, selalu diletakkannya di sudut gawang.

Selain itu, ia rajin membuat database spesialis penendang penalti klub-klub La Liga dan mempelajari kebiasaan menendang mereka. Prinsip ora et labora yang dipegang teguh membuat pria kelahiran Rio de Janeiro ini menjadi monster yang sulit ditundukkan para penendang penalti.

“Bagi saya, tendangan penalti adalah perang psikologis antara penendang dan penjaga gawang,” begitu pernyataannya selepas menahan penalti Messi pada tahun 2012 lalu. Para pendukung Valencia pasti bangga memiliki Diego Alves.

 

Komentar
Selalu percaya sepak bola bukan hanya 2 x 45 menit di lapangan hijau, melainkan juga filosofi sederhana yang bisa mengubah hidup manusia. Cintanya terhadap sepak bola tumbuh di stadion bersejarah yang dulu bernama Mattoanging, dan sampai sekarang tetap menjadi pendukung setia PSM. Pernah menerbitkan buku memoar perjalanan sepak bola berjudul Home & Away (2014).