Hati Aliou Cisse Hanya Untuk Senegal

Aliou Cisse (sportbrief.com)
Aliou Cisse (sportbrief.com)

Tidak ada yang meragukan besarnya rasa cinta Aliou Cisse bagi Senegal. Meskipun sejak usia 9 tahun harus mengikuti kedua orang tuanya bermigrasi ke Prancis, ia tidak pernah lupa arah jalan pulang. Baginya Senegal adalah rumah terbaik untuk mewujudkan ambisi besarnya.

Aliou Cisse lahir di sebuah kawasan muara Sungai Casablanca bernama Ziguinchor pada 24 Maret 1976. Namun saat usianya 9 tahun kedua orang tuanya mengalami kesulitan ekonomi. Hingga membuat mereka memutuskan untuk mengadu nasib ke Prancis pada tahun 1985.

Awal karier

Sejak kecil Aliou Cisse memang sudah dikenal sebagai sosok yang ambisius. Hidup di negeri orang tidak membuat nyalinya menciut untuk mewujudkan mimpinya menjadi seorang pesepakbola. Ia memulai langkah pertamanya dengan mengikuti Akademi Sepakbola FC Lille.

Di sana bakatnya semakin moncer dan ia dengan cepat masuk ke tim senior di tahun 1994. Namun setelahnya, Pemain yang berposisi sebagai gelandang bertahan ini lebih banyak berpindah-pindah klub karena menit bermain yang kurang. Tercatat ada tujuh klub yang ia bela selama kariernya yakni, FC Lille, CS Sedden, PSG, Montpellier, Birmingham, Portsmouth, dan Nimes Olympique. Sayang meskipun banyak klub yang ia bela ia tidak sekalipun merasakan manisnya trofi juara.

Di level timnas, Aliou Cisse memantapkan hatinya untuk membela tanah kelahirannya. Walaupun ia besar dan tumbuh di Prancis, tidak membuatnya luntur rasa cintanya kepada Senegal. Bersama Singa Teranga ia mengoleksi 35 caps dan memulai debutnya di tahun 2000 saat bersua Mesir pada ajang kualifikasi Piala Dunia 2002. 

Karier timnas

Meskipun tidak mempersembahkan satupun gelar bagi Senegal, ia berhasil mengukir cerita manis di Piala Dunia 2002 ketika berhasil menaklukan juara bertahan Prancis di laga pembuka. Bahkan ia juga membawa Senegal lolos ke babak delapan besar Piala Dunia untuk pertama kalinya dalam sejarah.

BACA JUGA:  Samurai Liverpool: Wataru Endo

Akan tetapi setelah kisah manis tersebut hanya bertahan sebentar bagi Aliou Cisse. Pada 26 September 2002, empat bulan setelah Piala Dunia banyak kerabatnya yang menjadi korban tenggelam kapal Joola di perairan Gambia. Padahal saat itu Cisse tengah bersiap bersama klubnya, Birmingham City, yang akan melawan Newcastle United. 

Pada momen ketika ia masih sangat sedih dan terpukul, pria bertinggi 180 cm ini nekad memaksakan diri bermain pada laga tersebut. Beruntungnya, Birmingham berhasil menang 2-1 dan dari titik ini lah Aliou Cisse begitu dicintai oleh publik Birmingham.

Setelah memutuskan gantung sepatu di tahun 2009, Aliou Cisse memutuskan untuk menjadi seorang pelatih. Dan klub pertama yang ia tukangi sebagai asisten pelatih adalah Louhans-Cuiseaux FC, klub divisi empat Liga Prancis. Kemudian di tahun 2012 ia memilih untuk pulang kampung dan menjadi pelatih kepala Timnas Senegal U-23.

Catatan manis sebagai pelatih

Setelahnya ia menjadi asisten pelatih Timnas Senegal selama tiga tahun dan baru mendapatkan kesempatan menukangi timnas senior di tahun 2015. Sejak itu, Cisse melakukan reformasi besar pada permainan Senegal. Ia berhasil merubah karakter Senegal menjadi tim berkarakter menyerang lewat formasi andalannya 4-3-3.

Targetnya menjadi kampiun Piala Afrika di tahun 2015, 2017, dan 2019 dipastikan gagal. Hanya saja dalam periode tersebut Senegal mampu menunjukan progres yang baik dan melahirkan banyak pemain bintang seperti Sadio Mane, Koulibaly, Eduardo Mendy dll.

BACA JUGA:  Player to Watch: Alexander Isak

Akhirnya setelah rentetan kegagalan yang ia alami, Aliou Cisse berhasil mewujudkan mimpi Senegal untuk menjuarai turnamen antar negara Afrika tersebut di tahun 2021. Capaian ini adalah torehan terbaik Singa Teranga selama mengikuti ajang tersebut dan membuat Aliou Cisse dan para pemain disambut bak pahlawan oleh warga Senegal saat itu.

Kegemilangan pelatih berambut gimbal itu pun berlanjut di ajang Piala Dunia. Meskipun di edisi 2018 timnya gagal lolos dari fase grup, di tahun 2022 ia berhasil membalaskan dendamnya di tahun 2022.  Disaat kondisi timnya harus kehilangan Sadio Mane, ia tinggal satu langkah lagi untuk menyamai prestasinya dulu sebagai pemain di tahun 2002 dengan membawa Senegal lolos ke babak delapan besar Piala Dunia Qatar 2022.

https://twitter.com/WilliamHill/status/1597636275032711169?s=20&t=FLeIUN5DZ0gK4qJICn0HxQ

Kontrak Aliou Cisse bersama Senegal akan berakhir pada 2025 mendatang. Tentu masih banyak laga bagi Cisse dan skuadnya untuk mengukir capaian-capaian baru berikutnya. Terpenting ambisinya membuat Senegal untuk tidak lagi dipandang sebelah mata sudah ia wujudkan.

Komentar
Medioker yang bisa diandalkan. Kadang dukung Manchester United kadang dukung AC Milan. Bisa kalian sapa di twitter @CandraBantara