Solusi Tak Terduga Bernama Lee Grant

Pembaca Fandom nan budiman apakah mengenal Lee Grant? Coba ketik “lee grant” di Google Images, yang kita dapati justru tidak berkorelasi dengan sepak bola.

Lee Grant yang kita temui via Google Images adalah Lee Grant wanita, bintang film lawas Amerika Serikat yang sejatinya punya nama asli Lyova Haskell Rosenthal. Tentu saja kita tidak akan membahas aktris kelahiran 31 Oktober 1925 yang meraih Piala Oscar perdananya via film Shampoo (1975) itu.

Mari membincang sosok yang tiba-tiba muncul di kancah persepakbolaan Inggris yang kesohor itu. Namanya Lee Anderson Grant, lebih akrab disebut Lee Grant.

Lee Grant, yang secara nama lebih asli, daripada “Lee Grant yang aktris” itu. Kiper yang usianya setara Claudio Bravo namun baru mentas di Liga Primer Inggris musim ini menjadi saksi kebangkitan Stoke City yang sempat tersandung di awal musim.

Stoke City jelas belum bisa melupakan Jack Butland yang cedera jelang Euro 2016. Butland mendapat cedera Maret 2016 silam dalam pertandingan persahabatan melawan Jerman dan belum kembali hingga tahun berlalu.

Bahkan, menjelang Natal, The Potters mendapat kabar bahwa Butland baru dapat kembali bulan April 2017, itu juga kalau tidak ada halangan lagi.

Hilangnya Butland dari bawah mistar Stoke City sungguh terasa. Sepanjang mengawal gawang The Potters dalam 31 pertandingan di musim 2015/2016, Butland berhasil membukukan 10 kali tidak kebobolan dan 102 penyelamatan meskipun tetap kebobolan 37 kali.

Selepas itu, Mark Hughes memasang kiper masa depan Denmark, Jakob Haugaard, dengan hasil kebobolan 6 gol dalam 2 pertandingan. Mantan bintang United itu lantas memainkan kiper gaek, Shay Given, dengan hasil perdana dijebol 4 kali oleh skuat asuhan Mauricio Pochettino yang lagi galak mengejar Leicester City.

Baik Given dan Haugaard bahkan berbagi kebobolan masing-masing 2 dalam duel tandang ke Manchester City. Total, Stoke City menjalani 7 pertandingan penuh derita tanpa Butland dengan hanya 1 kemenangan dan 17 gol yang bersarang ke gawang mereka, tanpa clean sheet sama sekali.

Nyaris 3 gol per pekan sejak Butland hilang, sudah jelas bahwa Stoke City punya pekerjaan rumah di posisi penjaga gawang.

Membeli kiper mahal dengan kualitas mumpuni tampaknya belum menjadi solusi. Uang besar justru digelontorkan untuk membeli Wilfried Bony. Stoke City masih mengandalkan duet Given dan Haugaard pada awal musim 2016/2017.

Tampaknya, Hughes masih menganggap keduanya cukup mampu untuk mengawal pertahanan Stoke, setidaknya sampai Butland kembali.

Given mengawal gawang Stoke City pada pertandingan perdana di Riverside Stadium, kandang Middlesbrough, dengan hasil kebobolan 1 gol. Given juga berada di posisi yang sama saat dihajar Manchester City dengan skor 4-1, serta ditekuk Everton 1-0.

BACA JUGA:  Eksistensi PSM yang Melahirkan Cinta dan Loyalitas

Pada pertandingan yang disebut terakhir, Given justru mencetak gol bunuh diri, meski juga menjadi pertandingannya di Stoke dengan penyelamatan terbanyak. Kekalahan masih menyertai Stoke dan Given.

Di bet365 Stadium, Stoke lagi-lagi dihajar Tottenham Hotspur, kali ini brace Son Heung-Min dan gol tambahan dari Harry Kane dan Dele Alli. Seakan belum cukup, 4 gol kembali diderita Given saat melawat di Selhurst Park, kandang Crystal Palace. Mantan bintang Newcastle United itu bahkan dijebol oleh duet bek tengah tim tuan rumah.

Lima pertandingan dengan hasil empat kekalahan dan satu imbang jelas buruk bagi Stoke. Pada pekan ketiga hingga kelima, Stoke City menjadi juru kunci. Untunglah, kemudian Stoke City mengambil langkah yang tepat.

Tanggal 31 Agustus 2016, tanpa woro-woro yang menarik perhatian banyak orang, Stoke meminjam Lee Grant dari Derby County hanya untuk durasi 6 bulan.

Dua kali menggusur Haugaard dari bangku cadangan dan menyaksikan Given kebobolan masing-masing 4 gol oleh Spurs dan Palace, Grant akhirnya memulai pertandingan sebagai starter, sekaligus menjadi debutnya pada 24 September 2016 kala Stoke City menghadapi West Bromwich Albion.

Derby County sendiri mungkin tidak merasa kehilangan Grant. Soalnya, terakhir kali Grant bermain adalah pada bulan Januari 2016 dengan catatan kebobolan 3 gol di kandang oleh Birmingham City.

Lagipula, di Derby ada Scott Carson, mantan kiper tim nasional Inggris yang penampilannya tidak buruk. Mengacu data transfermarkt.com, Grant bahkan sudah tidak ada di bangku cadangan Derby County sejak 5 April 2016. Sejak itu dia makan gaji buta.

Berbekal profil seperti ini, memainkan Grant pada pertandingan melawan WBA seperti menjadi wujud Mark Hughes yang putus asa. Kiper cadangan yang tidak dipakai oleh tim divisi lebih rendah tentu bukan opsi bagus. Pada akhirnya, justru Grant mematahkan semuanya.

“After the West Brom game there was time to take stock and I felt ‘Yes. I am a Premier League goalkeeper’”, begitu kata Grant, seperti ditulis Mirror.

Grant sendiri baru mengetahui akan jadi kiper utama yang otomatis adalah debutnya setelah 17 tahun menanti pada pagi hari jelang pertandingan. Menurutnya, tidak ada waktu terlalu larut dalam kegembiraan, karena waktu pertandingan sudah semakin dekat.

Pertandingan melawan WBA mungkin biasa-biasa saja dan berakhir imbang 1-1 dengan 2 penyelamatan. Grant lantas angkat nama pada 3 pertandingan berikutnya.

BACA JUGA:  Ed Woodward dan Dua Sisi Mata Uang

Menghadapi Manchester United di Old Trafford, Grant mampu membuat pemain lawan frustasi dengan 8 penyelamatan, sampai-sampai Jose Mourinho menyebutnya kiper yang luar biasa. Sebagai gambaran, total penyelamatan Grant di dua laga awalnya sudah sama dengan kinerja Haugaard sepanjang menggantikan Butland musim lalu.

Sesudah tampil ciamik di Manchester, Grant akhirnya membantu Stoke City meraih kemenangan dari Sunderland, Hull City, dan Swansea City. Sejak Grant masuk pula, Stoke City sempat menjalani 12 pertandingan tanpa harus kebobolan 4 gol, seperti halnya gawang mereka kala dikawal Given.

Hingga pertandingan melawan Watford di pekan ke-20, Grant kebobolan 18 kali dengan 6 pertandingan bebas gol. Bahkan, gawang Grant kebobolan lebih dari 2 gol hanya ketika bertemu tim-tim elit seperti Arsenal (3 gol), Liverpool (4 gol), dan Chelsea (4 gol).

Grant kini menjadi salah satu kiper idola di Fantasy Premier League dengan pemilik lebih dari 7%. Angka kepemilikan itu adalah terbaik ke-8 dari deretan kiper Liga Primer Inggris. Tentu, pilihan tersebut sebanding dengan total 45 penyelamatan yang telah dibuatnya sejauh ini.

Grant sebenarnya telah diakui berbakat, setidaknya saat junior. Grant tercatat pernah menghuni tim nasional Inggris U-16, U-17, U-18, U-19, hingga U-21. Sayangnya, sesudah itu mentok. Grant tenggelam.

Grant mengawali karier di Derby County setelah ditolak oleh Watford. Grant sendiri sempat dipinjamkan ke Burnley dan Oldham Athletic. Pada tahun 2007, Grant ganti bergabung ke Sheffield Wednesday, lantas ke Burnley (lagi) hingga balik ke Derby County yang kemudian mengantarkan pria kelahiran Hertfordshire ini ke Stoke City dan melakoni debut Liga Primer Inggris.

Sebagai mantan pemain tim nasional junior, pencapaian Grant tentu menarik diikuti. Sejauh mana Grant akan melaju, serta bagaimana persaingan dengan Butland kelak. Apalagi, per 2017 ini, Grant tidak lagi pinjaman. Pria yang identik dengan kepala botak ini sudah dibeli secara resmi oleh Stoke dari Derby. Klop sekali.

Grant adalah perwujudan nyata bahwa kerja keras dan keberuntungan merupakan modal mewujudkan mimpi, meski membutuhkan waktu lama.

Lima belas tahun sejak debut di Derby, barulah Grant merumput di kasta tertinggi. Sebuah momen yang butuh kesabaran tingkat tinggi. Kini, Grant sudah mematok posisi paten di bawah mistar Stoke City.

Setidaknya hingga Butland kembali, Grant masih punya waktu untuk mengangkat lagi namanya tinggi-tinggi. Siapa tahu, tim nasional jadi peraduan berikutnya.

Komentar
Pemiliki blog ariesadhar.com dan pengelola FPL Ngalor Ngidul yang terusir dari striker, terengah-engah kala jadi gelandang, ditipu berulang kali saat jadi bek, lantas nyaman berada di bawah mistar.