Alexis Mac Allister: Gelandang Lincah Argentina Berdarah Irlandia

Alexis Mac Allister (goal.com)
Alexis Mac Allister (goal.com)

Alexis Mac Allister menjadi salah satu pemain Argentina yang menyita perhatian di Piala Dunia 2022. Ale, sapaanya, menjadi pemain andalan Lionel Scaloni di sektor tengah La Albiceleste. Gelandang energik milik Brighton & Hove Albion F.C. itu, bermain di enam laga, dengan torehan 1 gol dan 1 asis dan berkontribusi besar atas raihan trofi Piala Dunia bagi Tim Tango.

Perjalanan karier

Ale lahir di kota Santa Rosa, Argentina pada 24 Desember 1998. Nama Alexis Mac Allister memang terdengar tidak “sangat tidak Argentina”. Ternyata, usut punya usut, nama uniknya adalah warisan dari nenek-kakeknya yang merupakan imigran dari Irlandia yang datang ke Argentina pada tahun 1830-an.

Keluarga Ale adalah keluarga sepakbola. Sang ayah, Carlos Javier Mac Allister, sebelum menjadi pebisnis dan politisi terkemuka Argentina, adalah pemain bek sayap kiri yang pernah bermain bersama Diego Maradona di era 1980-an.

https://twitter.com/FOXSoccer/status/1604446380495364096?s=20&t=5w1pp4n5dwxIHdc7WdnrfQ

Kedua kakaknya, Kevin dan Francis Mac Allister juga merupakan pesepakbola aktif di Liga Argentina. Praktis hanya ibunya saja yang merupakan seorang pengusaha.

Ayah Ale adalah sosok yang sangat mendorong ketiga anaknya untuk menjadi pesepakbola sejak kecil. Di usia Ale yang masih 5 tahun, sudah diikutkan dengan akademi sepakbola Social Parque.

Dan saat usianya 18 tahun, ia berhasil bergabung dengan kedua kakaknya di salah satu klub kenamaan Argentinos Junior. Bahkan ketiganya pernah bermain bersama dalam satu laga di tahun 2016.

Perkembangan karier Ale ternyata melesat jauh meninggalkan kakak-kakaknya. Pasalnya sebagai seorang gelandang ia punya atribut yang komplit. Ale sangat spartan, serba bisa, punya umpan dan tembakan yang akurat.

BACA JUGA:  Vilmos Vanczak: Orang yang Membuat Messi Menangis

Selain itu, kemampuan menyerang dan bertahannya sama baiknya Hal itulah yang membuatnya dipercaya bermain di 83 pertandingan dan mengemas 12 gol serta 9 asis.

Setelah hampir lima musim berseragam Argentinos Junior, pengidola Carlos Tevez ini memutuskan untuk merantau ke Inggris dengan memperkuat Brighton & Hove Albion F.C pada 2019. Namun, karena dirasa masih dibutuhkan jam terbang, ia akhirnya dipinjamkan ke Boca Junior.

Peminjaman ini ternyata menjadi rejeki nomplok baginya, pasalnya ia bisa bertemu idolanya Carlos Tevez dan bahkan bermain bersama di Liga Argentina. Selama satu musim Ale bermain di 20 laga dan mengemas 2 gol dan 2 asis.

Setelah satu musim bersama Boca Junior, Alexis Mac Allister akhirnya kembali ke Brighton & Hove Albion F.C dan menjadi andalan Graham Potter di The Seagulls dalam dua musim terakhir. Total Ale telah bermain di 86 laga dengan torehan 13 gol dan 6 asis sekaligus menjadi bagian penting dari permainan apik The Seagulls.

Kisah manis bersama Tim Tango

Penampilan memukaunya bersama Boca Junior ternyata membuat Scaloni tertarik memanggilnya ke Timnas Argentina pada 2019. Dan langsung mendapatkan laga debut pertamanya melawan Cile pada laga persahabatan. Karena usianya masih di bawah 23 saat itu, ia dipanggil Argentina U-23 untuk mengikuti Olimpiade Tokyo 2020.

Sayangnya, penampilan gemilangnya bersama Brighton & Hove Albion F.C, tidak membuat Scaloni kembali meliriknya untuk tampil bagi La Albiceleste. Ale tidak dibawa di Copa America 2021 yang di mana saat itu Tim Tango jadi kampiun dan juga sembilan laga awal Kualifikasi Piala Dunia 2022.

Namun Ale tidak patah arang, impiannya untuk tampil di Piala Dunia bersama Lionel Messi sangat menggebu. Ia buktikan dengan tampil apik di paruh kedua Liga Inggris bersama The Seagulls. Akhirnya, di laga-laga akhir Kualifikasi Piala Dunia 2022, ia dipanggil lagi oleh Scaloni dan memastikan Argentina lolos ke Piala Dunia Qatar 2022.

BACA JUGA:  Mengagumi Ezequiel Gonzales

Alexis Mac Allister senang bukan kepalang ketika ia masuk dalam daftar pemain Argentina di Piala Dunia 2022. Sempat tidak tampil di laga pembuka saat timnya kalah 2-1 dari Arab Saudi, di laga berikutnya hingga final ia selalu tampil sebagai starter. Dan tiap ia tampil Tim Tango tidak pernah merasakan kekalahan.

Ale berhasil menjalankan perannya sebagai gelandang serang dengan sangat bagus. Daya jelajahnya tinggi, umpan-umpannya akurat, tembakanya sangat terukur dan sangat spartan ketika membantu pertahanan. Bersama Enzo Fernandez dan Rodrigo De Paul, ia menjadi pilar penting dibalik kokoh dan kreatifnya lini tengah Argentina di Piala Dunia 2022.

Incaran banyak klub

Setelah penampilan memukaunya di pesta sepakbola paling akbar di dunia tersebut, kini Ale menjadi target buruan banyak klub. Dengan segala atribut bagusnya sebagai seorang gelandang, apalagi usianya juga masih muda, tentu menjadi nilai jual yang tinggi bagi Alexis Mac Allister.

Berdasarkan informasi dari Teamtalk, ada tiga klub yang mulai menunjukan keseriusannya pada pemain bertinggi 174 cm itu. Ketiga klub tersebut yakni, Tottenham Hotspur, Juventus, dan Atletico Madrid. 

Akan tetapi Paul Barber, CEO Brighton, dalam wawancaranya bersama Fotmob mengatakan bahwa ia tidak akan menjual aset terbaiknya saat ini.

“Satu yang bisa kami lakukan dalam situasi di mana Anda memiliki aset besar adalah mencoba dan melindungi diri Anda sebaik mungkin,” ujar Paul Barber.

Lantas kemanakah Ale akan berlabuh?

 

Komentar
Medioker yang bisa diandalkan. Kadang dukung Manchester United kadang dukung AC Milan. Bisa kalian sapa di twitter @CandraBantara